
Kota ini telah berpinak prahara
Diseluruh penjuru...
Di sudut-sudut kota penuh luka, berlipat duka...
Angin kencang berhembus
Mengusung rindu kerontang
Berserakan...
Menghantar rintihnya yang mengekang
Tatkala rindu sungguh mengharu
Selalu, lelaki mengajari merajah rindu...
“Kang mas... Penyakit aneh ini telah sedemikian hingga menggerogoti tubuhku. Aku membenci meskipun indahnya aku rindu... Biarkan aku membawanya pulang ke desa menemaniku diujung senja...” perempuan ini berucap lirih
Tercekat, segala yang dikenai waktu terhenti.....!
“Kang mas... Kau lihatlah! Aku kini dibawah bintang.. Tak peduli ia sembunyikan wajahnya, aku merasakan hangatnya...” begitulah perempuan ini memupuri diri
Di belantara sunyi hamparan ilalang...
Rindu merobek-robek palung hati
Tentang sebuah kota, lukisan di satu purnama
Dimana pernikahan sunyi seharusnya terjadi...
02 Oktober 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar